Pages

.

 

Selasa, 25 Februari 2014

DESAIN KARTU TANDA ANGGOTA RACANA

0 komentar


Read more...

Senin, 29 April 2013

KIASAN DASAR

0 komentar

Kiasan Dasar adalah ungkapan yang digunakan secara simbolik dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan.
1. Penggunaan Kiasan Dasar, sebagai salah satu unsur terpadu dalam pendidikan kepramukaan, dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia dan perkembangan, yang mendorong kreatifitas dan keikutsertaan peserta didik dalam  setiap kegiatan pendidikan  kepramukaan.
2. Bahwa Kegiatan pendidikan kepramukaan harus dikemas dalam Kiasan Dasar yang menarik, menantang, dan merangsang, disesuaikan dengan minat, kebutuhan, situasi dan kondisi anggota muda.
Selanjutnya Kiasan Dasar disusun dan dirancang untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan kepramukaan untuk setiap golongan serta merupakan salah satu unsur dalam Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya harus tidak memberatkan anggota muda tetapi malah dapat memperkaya pengalaman.
Setiap Penyelenggaraan Kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar  yang dapat bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa. Kata-kata penting dalam sejarah perjuangan dan budaya bangsa Indonesia digunakan secara sitematis seperti dalam pembagian golongan, tingkatan-tingkatan dan pengelompokan serta kegiatan Kepramukaan.

Sumber = http://pramukanet.org/
Read more...

KODE KEHORMATAN

0 komentar


Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas janji yang disebut Satya Pramuka dan ketentuan moral yang disebut Darma Pramuka.

Satya Pramuka :
a.    diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota atau calon pengurus Gerakan Pramuka pada saat pelantikan menjadi anggota atau pengurus;
b.    dipergunakan sebagai pengikat diri pribadi demi kehormatannya untuk diamalkan; dan
c.    dipakai sebagai dasar pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Darma Pramuka :
a.    Nilai dasar untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia;
b.   Sistem nilai yang harus dihayati, dimiliki, dan diamalkan dalam kehidupan anggota Gerakan Pramuka di masyarakat;
c.   Landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan  kepramukaan yang diwujudkan dalam kegiatan untuk mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; dan
d.    kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.

Kode Kehormatan Pramuka
adalah budaya organisasi yang melandasi sikap dan perilaku  setiap anggota  Gerakan
Pramuka. Kode Kehormatan Pramuka ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka.

a.     Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga, terdiri atas :
1) Janji yang disebut Dwisatya, selengkapnya berbunyi:
   

Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh:
-  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Negara Kesatuan   Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.      
-   Setiap hari berbuat kebaikan.
2) Ketentuan moral yang disebut Dwidarma, selengkapnya berbunyi:

Dwidarma
1.   Siaga  berbakti  pada ayah dan ibundanya.
2.   Siaga  berani dan tidak putus asa.

b.   Kode Kehormatan bagi Pramuka penggalang, terdiri atas:
1) Janji yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan  Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
-   Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
-   Menepati Dasadarma.
2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:

Dasadarma
1.     Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.     Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.     Patriot yang sopan dan kesatria.
4.     Patuh dan suka bermusyawarah.
5.     Rela menolong dan tabah.
6.     Rajin, trampil dan gembira.
7.     Hemat, cermat dan bersahaja.
8.     Disiplin, berani dan setia.
9.     Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

c. Kode Kehormatan bagi Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan anggota dewasa, terdiri atas:
1) Janji yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi:

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-   Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
-   Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
-   Menepati Dasadarma.
2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:

Dasadarma
1.     Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.     Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.     Patriot yang sopan dan kesatria.
4.     Patuh dan suka bermusyawarah.
5.     Rela menolong dan tabah.
6.     Rajin, trampil dan gembira.
7.     Hemat, cermat dan bersahaja.
8.     Disiplin, berani dan setia.
9.     Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

(Hasil Munaslub 2012)
 
(1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.

(2)   Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah:

a.  Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;
     b. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;
     c. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, mental, moral, ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisiknya, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.

(3)   Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah :

     a. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti   luhur.
     b.  Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. c. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;
    d.   Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.

(4)   Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap, tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi.

(5)   Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya.



http://www.pramukanet.org - pramukanet.org Powered by Mambo Generated:19 June, 2009, 03:11
Read more...

Kamis, 07 Maret 2013

Daftar Pustaka

0 komentar
1. http://christiantatelu.blogspot.com
2. http://www.m-azka.com/
3. http://ceritamiko.blogspot.com/
4. http://andi-techno.blogspot.com/
5.
Read more...

Senin, 18 Februari 2013

Photo Ke-2

3 komentar









Read more...

Sidang Komisi A : KEORGANISASIAN

0 komentar

( Rancangan )

ORGANISASI DEWAN KERJA

DI WILAYAH KWARTIR CABANG TRENGGALEK

BAB I

PENGERTIAN DAN KEDUDUKAN DEWAN KERJA

    Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega yang selanjutnya disingkat Dewan Kerja adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan di tingkat Kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pandega Puteri Putera, bersifat kolektif dan kolegial yang merupakan bagian integral dari Kwartir, berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan untuk mengelola Pramuka Penegak dan Pandega

    Kolektif mengandung arti bahwa keputusan dan kebijakan di dalam Dewan Kerja adalah keputusan atau kebijakan lembaga Dewan Kerja yang dilakukan secara bersama atau secara gabungan dan kolegial mengandung arti bahwa segala pelaksanaan tugas pokok, kebijakan dan tanggungjawab dalam prosesnya di dalam Dewan Kerja dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan

BAB II

MASA BAKTI

    Masa bakti kepengurusan Dewan Kerja di Wilayah Kwartir Cabang Trenggalek adalah sesuai dengan masa bakti Kwartirnya.

        Dewan Kerja Cabang selama 5 tahun

        Dewan Kerja Ranting selama 3 tahun

    Selama belum terbentuk dan disahkannya Dewan Kerja yang baru oleh Surat Keputusan Kwartir sebagai hasil Musppanitera, maka pengurus Dewan Kerja lama tetap melaksanakan tugasnya.

BAB III

JUMLAH DAN KOMPOSISI

    Jumlah anggota Dewan Kerja di wilayah Kwartir Cabang Trenggalek seluruhnya harus ganjil

    Komposisi anggota Dewan Kerja di Wilayah Kwartir Cabang Trenggalek mempertimbangkan rasio putera dan puteri serta Pramuka Penegak dan Pandega

BAB IV

SYARAT-SYARAT ANGGOTA DEWAN KERJA

    Syarat umum, adalah sesuai dengan Keputusan Kwartir Nasional nomor 214 tahun 2007

    Syarat khusus :

Persyaratan khusus adalah persyaratan tambahan lainnya selain persyaratan umum yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi Dewan Kerja, selama tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

BAB V

SUSUNAN PENGURUS DEWAN KERJA

    Susunan Pengurus Dewan Kerja di Wilayah Kwartir Cabang Trenggalek adalah sebagai berikut :

        Seorang Ketua merangkap anggota

        Seorang Wakil Ketua merangkap anggota

        Dua orang Sekretaris merangkap anggota

        Seorang Bendahara merangkap anggota

        Anggota-anggota bidang terdiri dari :

    Bidang Kajian Kepramukaan

    Bidang Kegiatan Kepramukaan

    Bidang Pengabdian Masyarakat

    Bidang Evaluasi dan Pengembangan

    Struktur organisasi Dewan Kerja dapat menyesuaikan dengan mempertimbangkan kondisi wilayahnya masing-masing tanpa melanggar aturan-aturan dasar lainnya.

BAB VI

PEMBAGIAN TUGAS, FUNGSI, DAN MEKANISME BIDANG

                Pembagian Tugas

        Ketua

    Memimpin dan mengelola Dewan Kerja di wilayah Kwartirnya masing-masing

    Bersama seluruh anggota Dewan Kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas pokok Dewan Kerja yang bersangkutan

    Mewakili Dewan Kerja sebagai unsur Andalan di Kwartirnya

        Wakil Ketua

    Membantu Ketua dalam melaksanakan tugasnya

    Mewakili ketua apabila berhalangan

    Mewakili Dewan Kerja sebagai unsur Andalan di Kwartirnya

        Sekretaris I

    Melaksanakan mekanisme administrasi kesekretariatan khususnya yang berkenaan dengan ekstern lingkungan Dewan Kerja

    Mewakili Dewan Kerja apabila Ketua dan Wakil Ketua berhalangan

        Sekretaris II

    Melaksanakan mekanisme administrasi kesekretariatan khususnya yang berkenaan dengan intern Kelembagaan Dewan Kerja

    Mewakili Dewan Kerja apabila Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris I berhalangan

    Bertindak sebagai kepala sekretariat yang mengatur dan menata sistem informasi sesama anggota

        Bendahara

    Mengelola keuangan dan harta benda Dewan Kerja

    Mewakili Dewan Kerja apabila Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris berhalangan

        Ketua Bidang

Membantu Ketua dan Wakil Ketua dalam memimpin anggota bidangnya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan masing-masing bidang

        Anggota bidang

    Melaksanakan tugas bidang

    Bersama-sama dengan Ketua Bidang merumuskan kebijakan bidang

2.  Fungsi Bidang

    Bidang Kajian Kepramukaan

        Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kebijakan pembinaan dan pengembangan Pramuka Penegak dan Pandega secara konsepsional

        Memberikan pertimbangan dan masukan kepada Kwartir maupun wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega lainnya dalam pengembangan pelaksanaan suatu peraturan mengenai Pramuka Penegak dan Pandega


    Bidang Kegiatan Kepramukaan

    Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan yang merupakan kegiatan Kepramukaan dalam upaya peningkatan mutu kegiatan Kepramukaan Pramuka Penegak dan Pandega

    Bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan Kepramukaan

    Bidang Pengabdian Masyarakat

    Melaksanakan kegiatan berbasis masyarakat untuk peningkatan citra Gerakan Pramuka

    Bersama Kwartir melakukan hubungan kerjasama dengan pihak lain berkaitan dengan kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega di luar Gerakan Pramuka

    Bidang Evaluasi dan Pengembangan

    Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan evaluasi atas kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya peningkatan mutu, pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega

    Bertanggungjawab atas kegiatan pendidikan dan pelatihan serta pelaksanaan kegiatan pengembangan


3. Mekanisme Bidang

        Mekanisme bidang merupakan pola interaksi antar bidang dalam melaksanakan fungsi bidangnya

        Mekanisme bidang diatur lebih lanjut oleh Dewan Kerja yang bersangkutan

4. Dalam rangka pembinaan Satuan Karya Pramuka, anggota Dewan Kerja menjadi  anggota Pimpinan Satuan Karya Pramuka di Kwartirnya

BAB VII

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA DEWAN KERJA

    Pada prinsipnya sebagai badan yang bersifat kolektif dan kolegial, setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam pelaksanaan tugas pokok Dewan Kerja

    Berhak mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Kerja  yang bersangkutan

    Berkewajiban menjunjung tinggi dan menjaga nama baik Dewan Kerja di wilayah Kwartir Cabang Trenggalek

    Berkewajiban mempertanggungjawabkan segala tugas yang tercantum dalam uraian tugas dan tanggung jawab

    Berkewajiban mengenakan tanda jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama kegiatan dan tugas Dewan Kerja selama masa bakti

  BAB VIII

JENIS SIDANG DAN RAPAT DEWAN KERJA

    Rapat Pleno Dewan kerja

    Merupakan forum tertinggi di dalam Dewan Kerja dalam pengambilan keputusan untuk merumuskan kebijakan yang akan diambil

    Dilaksanakan sedikitnya sekali dalam tiga bulan

    Dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Kerja dan dapat mengundang pihak lain bila dianggap perlu

    Menyampaikan hasil rapat kepada Pimpinan Kwartir yang bersangkutan sebagai bahan informasi dan persetujuan pelaksanaan

    Rapat Pimpinan Dewan kerja

    Menentukan rumusan pelaksanaan kebijakan yang telah digariskan dalam rapat pleno

    Dilaksanakan sedikitnya sekali dalam dua bulan

    Dihadiri oleh pimpinan Dewan Kerja yaitu : Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara

    Rapat Bidang

    Menyusun konsep persiapan program kerja bidang yang bersangkutan

    Dilaksanakan sesuai kebutuhan

    Diikuti oleh anggota masing-masing bidang dan jika dipandang perlu dapat melibatkan bidang yang terkait

    Kesimpulan rapat bidang disampaikan kepada seluruh anggota Dewan Kerja lainnya.

    Rapat Koordinasi dan Konsultasi

    Membahas hal-hal yang mendukung pelaksanaan tugas pokoknya, baik dengan pihak Kwartir maupun di luar Gerakan Pramuka

    Dilaksanakan sesuai kebutuhan

    Dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Kerja dan pihak lain yang terkait

    Rapat Sangga Kerja

    Membahas hal-hal teknis pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan sangga kerja

    Dihadiri oleh seluruh anggota sangga kerja serta pihak lain bila dianggap perlu

    Sidang Paripurna

    Membahas kebijakan yang akan dilaksanakan selama satu tahun

    Dilaksanakan sekali dalam setahun

    Dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Kerja yang bersangkutan serta utusan Dewan Kerja yang ada di bawahnya

    Hasil dilaporkan kepada Kwartir yang bersangkutan untuk dijadikan bahan masukan dalam penyusunan program kerja Kwartir.

BAB IX

ADMINISTRASI DAN KEUANGAN

1.    Administrasi

    Sebagai badan kelengkapan Kwartir, maka sistem administrasi Dewan Kerja mengikuti sistem administrasi Kwartirnya

    Sistem administrasi internal Dewan Kerja diadakan guna menunjang aktivitas Dewan Kerja, meliputi :

            Pengarsipan surat menyurat yang berkaitan dengan Pramuka Penegak dan Pandega

            Komunikasi dan informasi internal Dewan Kerja dengan Kwartirnya


2. Keuangan

    Pengelolaan finansial Dewan Kerja dilakukan sepenuhnya oleh Bendahara dengan sepengetahuan Ketua Dewan Kerja yang bersangkutan.

    Pengeluaran dan pemasukan keuangan dicatat oleh Bendahara dan diketahui oleh Ketua Dewan Kerja.

    Khas dewan kerja dilakukan secara berkala dalam rapat pleno dewan kerja.

    Sisa anggaran dari setiap kegiatan dimasukkan dalam kas Dewan Kerja.

    Bendahara kegiatan (sangga kerja) dijabat oleh Dewan Kerja yang ditunjuk oleh Ketua Dewan Kerja dan bertanggung jawab kepada Ketua Dewan Kerja melalui Bendahara Dewan Kerja.

    Kas dewan kerja dilaporkan secara berkala pada forum rapat pleno.

BAB X

MUTASI, PENAMBAHAN, PEMBERHENTIAN ANGGOTA

    Pada dasarnya prosedur mutasi, penambahan dan pemberhentian anggota Dewan Kerja mengikuti ketentuan yang ada, yaitu Keputusan Kwartir Nasional nomor 214 tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega

    Apabila anggota Dewan Kerja berhenti, maka yang bersangkutan diharuskan mengajukan surat permohonan pengunduran diri dan berhenti dari status keanggotaannya sebagai anggota Dewan Kerja

    Pelaksanaan poin b tersebut dibicarakan dalam rapat pleno Dewan Kerja

    Penambahan dan pemberhentian serta mutasi anggota Dewan Kerja ditetapkan dengan surat keputusan Ketua Kwartir yang bersangkutan

BAB XI

LAIN-LAIN

Hal – hal yang belum atau tidak diatur dalam tata kerja dan tugas Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah Kwartir Cabang Trenggalek akan diatur dan dibicarakan kembali dalam rapat pleno Dewan Kerja yang bersangkutan.
Read more...